
JUDUL : HAYATE THE COMBAT BUTLER
JUDUL ASLI : HAYATE NO GOTOKU
PENGARANG : HATA KENJIRO
RATING : 15+
GENRE :
COMEDY, DRAMA
PENERBIT : -
NILAI (1-10): 8
Hayate
no Gotoku atau Hayate Combat Butler hingga saat ini manganya sudah
sampai jilid 12, sedangkan animenya sudah sampai episode 40. Manga karya
Hata Kenjiro ini diterbitkan oleh Shogakukan di jepang, dan dalam waktu
dekat akan dirilis di Indonesia
oleh Elex Media Komputindo.
Sinopsis (synopsis):
“Aku akan jadi
penjahat!”, itulah tekad Hayate di malam natal tahun 2004, anak malang yang dibuang
orang tuanya, dan bahkan dihibahkan pada Yakuza demi membayar utang
sebesar 156.804.000 yen. Utang itu berasal dari utang judi kedua orang
tuanya. Karena tidak rela organ tubuhnya dipreteli untuk dijual di pasar
gelap oleh Yakuza, Hayate langsung kabur dari apartemen yang sudah
bukan menjadi rumahnya lagi. Kecewa dan mau mati saja rasanya, Hayate
merasa dunia ini sudah tidak punya tempat untuk orang baik dan jujur.
Karena itu Hayate memutuskan untuk menjadi orang jahat saja. Pikirannya
yang sudah kacau bahkan menginterpretasikan pesan moral dongeng A Dog of
Flanders sebagai “Jadilah setan kalau tidak ingin mati konyol”. Sebagai
langkah awal menjadi penjahat, dia memutuskan menculik seorang anak
perempuan yang baru saja ditemuinya. Tapi, dasar sial atau mungkin
terlalu dungu, Hayate malah meyebutkan nama aslinya saat ketika menelpon
rumah anak perempuan tersebut. Di tengah kebingungannya,
Hayate memutuskan untuk tidur saja di jalan supaya mati membeku. Sayangnya, niatnya pun gagal, dia ditolong oleh seorang gadis yang tidak sengaja melindasnya. Ternyata gadis itu mencari anak perempuan tadi. Berpegang teguh pada niatnya untuk menjadi orang jahat, Hayate awalnya pura-pura tidak tahu. Tapi hatinya pun luluh karena menerima syal dari gadis itu. Di saat yang sama ada 2 orang lain yang mengincar anak perempuan tersebut dan berhasil menculiknya. Tanpa pikir panjang, Hayate meminjam sepeda gadis itu dan mengejar para penculik tadi, dan akhirnya berhasil menggagalkan penculikan tersebut. Setelah yakin kalau Nagi, anak perempuan itu baik-baik saja, dia langsung pingsan. Setelah sadar, Hayate terbangun di sebuah kamar mewah yang ternyata milik dari anak perempuan bernama Nagi tadi. Akhirnya Nagi menawarkan pekerjaan sebagai butler (kepala pelayan) untuk Hayate. Karena Hayate tidak memiliki tempat tinggal dan pekerjaan lagi, kontan dia langsung menyetujuinya. Akhirnya dimulailah kehidupan Hayate sebagai butler di rumah Nagi yang penuh keanehan. Hayate baru sadar, melayani Nagi Sanzenin merupakan pekerjaan paling merepotkan, tidak hanya menghadapi si nona besar tapi juga robot pembunuh, cewek-cewek aneh bin ajaib, hantu, dan makhluk aneh lainnya.
Hayate memutuskan untuk tidur saja di jalan supaya mati membeku. Sayangnya, niatnya pun gagal, dia ditolong oleh seorang gadis yang tidak sengaja melindasnya. Ternyata gadis itu mencari anak perempuan tadi. Berpegang teguh pada niatnya untuk menjadi orang jahat, Hayate awalnya pura-pura tidak tahu. Tapi hatinya pun luluh karena menerima syal dari gadis itu. Di saat yang sama ada 2 orang lain yang mengincar anak perempuan tersebut dan berhasil menculiknya. Tanpa pikir panjang, Hayate meminjam sepeda gadis itu dan mengejar para penculik tadi, dan akhirnya berhasil menggagalkan penculikan tersebut. Setelah yakin kalau Nagi, anak perempuan itu baik-baik saja, dia langsung pingsan. Setelah sadar, Hayate terbangun di sebuah kamar mewah yang ternyata milik dari anak perempuan bernama Nagi tadi. Akhirnya Nagi menawarkan pekerjaan sebagai butler (kepala pelayan) untuk Hayate. Karena Hayate tidak memiliki tempat tinggal dan pekerjaan lagi, kontan dia langsung menyetujuinya. Akhirnya dimulailah kehidupan Hayate sebagai butler di rumah Nagi yang penuh keanehan. Hayate baru sadar, melayani Nagi Sanzenin merupakan pekerjaan paling merepotkan, tidak hanya menghadapi si nona besar tapi juga robot pembunuh, cewek-cewek aneh bin ajaib, hantu, dan makhluk aneh lainnya.
Tanggapan :
Manga yang memasukkan unsur parody dari manga lain
biasanya akan terjadi dua hal, kalau bukan disambut baik malah dicemooh
karena kadar kegilaannya yang terlalu berlebihan. Untungnya manga
ini termasuk dalam kondisi pertama (itu menurut saya). Manga ini
menyusupkan banyak sekali parody dari anime atau manga lain,seperti
Inazuma Kick yang merupakan jurus andalan Noriko dari Top o Nerae. Tapi
secara keseluruhan manga ini sangat bagus dibaca bagi penggemar humor
seperti parody, bisa menghilangkan stress karena tugas-tugas kuliah yang
menumpuk (maklum anak kuliahan). Sayangnya saat ini belum akan
diterbitkan oleh Elex, tapi tenang, khan masih bisa download. Saya
sendiri masih membaca versi bahasa inggrisnya, hitung-hitung belajar
bahasa Inggris. Manga ini mengajarkan kita
tentang masih banyak yang lebih penting daripada uang. Kalau sudah
masalah uang, seseorang memang dapat menjadi sangat rendah. Tidak dapat
disangkal uang sangat penting untuk hidup, apalagi di zaman modern ini.
Tapi jika telah menjadi setan gila uang, alias orang yang cinta sekali
sama uang, maka habislah sudah. Uang dapat membeli segala sesuatu, tapi
ada sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang.
Gambar :
0 komentar:
Posting Komentar