
JUDUL : LOVE HINA
PENGARANG :
KEN AKAMATSU
RATING : 17+
GENRE : SHONEN,ROMANCE,COMEDY
PENERBIT : ACOLYTE, MEGINDO
NILAI (1 - 10) : 9
Manga Love Hina mulai diterbitkan pada
tahun 1998, lalu animenya menyusul pada tahun 2000, masa dimana
distribusi anime semakin cepat dan meluas, dan membuka generasi baru
fans anime. Manganya dibuat sebanyak 14 jilid,
beserta beberapa fanbook. Sementara anime terdiri atas 25 episode,
ditambah 2 movie special, serta 3 episode OVA Love Hina Again. Di
Indonesia, manga Love Hina sendiri pernah diterbitkan oleh Acolyte, dan
sekarang diterbitkan oleh Megindo.
Sinopsis (Synopsis):
Awal cerita dari LOVE
HINA adalah janji antara kedua tokoh utamanya, Keitarou Urashima dan
seorang gadis teman mainnya sewaktu kecil. Mereka percaya sebuah legenda
bahwa pasangan kekasih yang bersama-sama masuk ke Toudai (Tokyo
University ) akan bahagia
selamanya, mereka membuat janji bersama pada waktu kecil bahwa kelak
mereka akan sama-sama ke Toudai. Bertahun-tahun pun berlalu, Keitarou
sudah berumur 20 tahun, dan dia masih belum juga berhasil masuk ke
Toudai, bahkan sudah 2 tahun berturut-turut gagal ujian masuk. Orang
tuanya pun sudah tak peduli lagi, sehingga Keitarou terpaksa mencari
tempat tiggal ke neneknya yang membuka usaha penginapan dan pemandian
air panas bernama Hinata. Saat ia tiba disana, tak ada seorangpun yang
ditemuinya. Mungkin karena sedang sepi. Karena itu setelah
melihat-lihat, Keitarou memutuskan untuk pergi ke pemandian air panas
terlebih dulu. Di sanalah ia bertemu dengan seorang penghuni lain,
Narusegawa Naru, seorang perempuan yang sedang berendam.
Karena merasa diintip Keitarou, apalagi tempat itu adalah asrama perempuan (bukan penginapan lagi), Naru langsung menghajar Keitarou. Penghuni lainnya yang muncul kemudian juga sama saja, tidak menyambut Keitarou karena alasan yang jelas, karena ia seorang laki-laki hidung belang dan mesum. Barulah setelah babak belur, bibi Keitarou datang dan menjelaskan padanya bahwa Hinata sekarang sudah bukan penginapan lagi melainkan asrama putri. Artinya laki-laki jelas tak boleh masuk. Saat ingin menjelaskan tujuan kedatangannya, para penghuni itu malah salah dengar bahwa Keitarou adalah mahasiswa Toudai. Terlebih lagi jurusan hukum dan telah tahun kedua! Padahal sebenarnya Keitarou masih berusaha untuk lolos ujian masuk. Namun mereka sudah tidak mendengar dan makin lama Keitarou makin terjerumus dalam kebohongan dan makin menyulitkan posisinya untuk mengatakan hal yang sebenarnya. Baru beberapa hari saja kebersamaan mereka, Keitarou sudah memutuskan untuk menyerah masuk ke Toudai. Namun sebelum pulang nenek Keitarou malah mewariskan asrama itu pada Keitarou, sekaligus memberikan tugas sebagai pengurus asrama.
Perubahan kontras ini membuat para penghuni yang ada tak bisa melawan lagi. Namun bukan berarti mereka menerima, karena hidup Keitarou setiap hari penuh dengan kesusahan, selalu diperintah untuk mengerjakan berbagai pekerjaan berat di asrama. Berlanjutlah kisah hidup keitarou yang penuh perjuangan untuk dapat masuk ke Toudai dan perjuangan dalam mencari cewek yang mengikat janji dengannya sewaktu kecil.
Karena merasa diintip Keitarou, apalagi tempat itu adalah asrama perempuan (bukan penginapan lagi), Naru langsung menghajar Keitarou. Penghuni lainnya yang muncul kemudian juga sama saja, tidak menyambut Keitarou karena alasan yang jelas, karena ia seorang laki-laki hidung belang dan mesum. Barulah setelah babak belur, bibi Keitarou datang dan menjelaskan padanya bahwa Hinata sekarang sudah bukan penginapan lagi melainkan asrama putri. Artinya laki-laki jelas tak boleh masuk. Saat ingin menjelaskan tujuan kedatangannya, para penghuni itu malah salah dengar bahwa Keitarou adalah mahasiswa Toudai. Terlebih lagi jurusan hukum dan telah tahun kedua! Padahal sebenarnya Keitarou masih berusaha untuk lolos ujian masuk. Namun mereka sudah tidak mendengar dan makin lama Keitarou makin terjerumus dalam kebohongan dan makin menyulitkan posisinya untuk mengatakan hal yang sebenarnya. Baru beberapa hari saja kebersamaan mereka, Keitarou sudah memutuskan untuk menyerah masuk ke Toudai. Namun sebelum pulang nenek Keitarou malah mewariskan asrama itu pada Keitarou, sekaligus memberikan tugas sebagai pengurus asrama.
Perubahan kontras ini membuat para penghuni yang ada tak bisa melawan lagi. Namun bukan berarti mereka menerima, karena hidup Keitarou setiap hari penuh dengan kesusahan, selalu diperintah untuk mengerjakan berbagai pekerjaan berat di asrama. Berlanjutlah kisah hidup keitarou yang penuh perjuangan untuk dapat masuk ke Toudai dan perjuangan dalam mencari cewek yang mengikat janji dengannya sewaktu kecil.
Tanggapan :
Menurut
saya cerita ini secara kesuluruhan merupakan cerita yang sangat baik.
Untuk anime bergenre “harem” seperti ini, Love Hina adalah salah satu
judul yang berpengaruh. Dari segi cerita , Love Hina merupakan manga
yang sangat baik. Manga ini memberi kita pelajaran agar tidak pernah
putus asa untuk meraih cita-cita yang kita impikan, terus berusaha dan
berusaha. Jika gagal berulang kali, berusaha lebih keras lagi dan lagi.
Manga ini telah memberikan inspirasi kepada teman saya untuk tidak
meninggalkan bangku sekolah pada saat SMP demi meraih cita-citanya
menjadi seorang dokter. Selain itu manga ini juga mengajarkan pada kita
bahwa sikap tegas dalam percintaan itu sangat dibutuhkan. Jangan sampai
orang yang anda sukai direbut oleh orang lain karena ragu-ragu dalam
menyatakan cinta pada orang lain.
Kekurangan utama Love Hina yang sering disorot adalah terlalu banyaknya fan service. Kemudian hubungan antara Naru dan Keitarou yang selalu tarik ulur sehingga terkesan memanjangkan cerita (seperti Tersanjung yang panjanggggggggggg sekali ceritanya). Memang, dari plot jangka pendek, ada banyak kekurangan, misalnya adegan Keitarou dihajar di tengah adegan penting (walaupun bagi saya tidak masalah, karena hal itu membuat manga ini menjadi lucu), seakan Akamatsu Ken kesulitan meneruskan plot dan butuh pemecah perhatian. Sisi bagusnya, asal tidak terpaku pada kekurangan yang tadi, sebenarnya manga ini komedi yang sangat menarik. Sisi dramanya pun menarik. Walau memang bukan drama yang menguras air mata, tapi punya suasana hangat untuk diikuti. Seperti saat melihat berkembangnya hubungan teman yang selalu meriah, yang akan ikut memancing senyum kita.
Kekurangan utama Love Hina yang sering disorot adalah terlalu banyaknya fan service. Kemudian hubungan antara Naru dan Keitarou yang selalu tarik ulur sehingga terkesan memanjangkan cerita (seperti Tersanjung yang panjanggggggggggg sekali ceritanya). Memang, dari plot jangka pendek, ada banyak kekurangan, misalnya adegan Keitarou dihajar di tengah adegan penting (walaupun bagi saya tidak masalah, karena hal itu membuat manga ini menjadi lucu), seakan Akamatsu Ken kesulitan meneruskan plot dan butuh pemecah perhatian. Sisi bagusnya, asal tidak terpaku pada kekurangan yang tadi, sebenarnya manga ini komedi yang sangat menarik. Sisi dramanya pun menarik. Walau memang bukan drama yang menguras air mata, tapi punya suasana hangat untuk diikuti. Seperti saat melihat berkembangnya hubungan teman yang selalu meriah, yang akan ikut memancing senyum kita.
Gambar
Dari segi gambar, selang
waktu dari Negima memang cukup terlihat bedanya. Gaya
gambar love hina sampai akhir masih lebih mirip dengan karya pertama
Akamatsu Ken, yaitu A.I.ga Tomaranai. Bahkan boleh disebut gambarnya
masih lebih bagus, walau kalah dalam hal detail. Namun secara
keseluruhan, gambarnya sudah cukup baik, gaya
gambar yang unik dari Akamatsu Ken sangat terasa dalam manga ini.
0 komentar:
Posting Komentar